Sabtu, 13 Juli 2013

KERINDUAN

Tepat pukul 05.00 sore gerimis yang kecil berubah menjadi hujan yang lebat, membuat kubangan-kubangan air di setiap pandangan mata. Ada perasaan miris saat situasi seperti ini, bahwa sore ini kita tidak akan bertemu, bahwa sore ini tidak akan ada pelukan hangat ataupun belaian mesra seperti biasanya.
Berkali kulihan jam di tangan demi membunuh waktu, meyakinkanku bahwa kau tidak datang di sore ini. ahhhkk... aku tak putus asa terus berdiri di depan jendela kaca yang sudah mat basah terkena percikan hujan.
"berhentilah... berhentilah.. wahai hujan'' gumam di hati kecilku.
Selang beberapa waktu hujan mereda menjadi gerimis kecil. namun kubangan - kubangan besar bekas hujan masih terlihat menggenang.
Aku terus saja menatap jauh di balik jendela kaca yang basah dan berembun, ku mainkan dengan jemari ku lalu  kutulis namamu dengan telunjuk kerinduan ini, berharap malaikat kecilku datang. aku sudah tak tahan dengan kerinduan yang aku miliki yang telah bercampur dengan tubuh yang menggigil kedinginan.

Lega rasanya, kulihat dari kejauhan Ia melangkah di antara kubangan-kubangan air yang mulai surut. kulihat bajunya basah kuyup dan ia menggigil kedinginan. aku menyambutnya
"sayang... sayang" ... aku berlari ke arahnya !
dan Ia hanya menjawab sambutku dengan gemetar tubuhnya..
"dingiiiin... dingiinn.." dia memegangiku.. lalu ku lepaskan jaket merahnya yang telah basah kuyup.. akupun melepas jaketku.
"ini kenekan sayang..." Ia pun mengenakannya.
lantas, aku membawanya kedalam rumah.
kepegang tangannya yang amat dingin, kuletakkan itu di pipiku,
"sayaang...." aku menatap wajahnya yang menggigit bibirnya sendiri..
namun hanya gemetar tubuhnya yang menjawab semua itu.
Tak tega rasanya melihat kekasihku seperti itu, aku merapat duduk di sampingnya, lalu ku peluk erat dia.
"biar kuhangatkan dirimu'' ia pun tersenyun tepis untukku.

Dia makin meremas tubuhku dan dia bisikan sesuatu..
"sayaaang.. pelukanmu buatku hangat, aku merasa semakin nyaman di sampingmu"
akupun makin meremas dia dengan pelukanku'
"sayaaang... ayah udah bilang jangan paksakan datang jika hujan masih deras" ku kecup keningnya dalam pelukan hangat untuknya.
"Bunda kangeen.... bunda gk peduli ama hujan, yang bunda pedulikan  rasa kangen bunda bisa terobati'

kamipun berdua saling memeluk erat di tengah gerimis yang masih turun, suasanya sore itu berubah menjadi hangat dan terobati sudah kerinduan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar